Berita

Penjelasan Solskjaer Soal Strategi Pergantian Pemain Man United

Kabarsport – Liga Inggris – Ole Gunnars Solskjaer perlu menunggu hingga babak perpanjangan waktu sebelum melakukan pergantian pemain, namun hal itu tak bisa mengubah keadaan Manchester United, yang kalah di Final Liga Eropa musim ini.
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer memberikan penjelasan terkait dengan keputusannya dalam melakukan pergantian pemain saat hadapi Villarreal dini hari tadi. Solskjaer harus menunggu hingga 100 menit laga sebelum melakukan pergantian pertamanya pada laga tersebut.
Setan Merah kembali gagal merealisasikan ambisi mereka merengkuh gelar pertama dalam empat tahun terakhir setelah kalah dari El Submarino Amarillo. Pasukan Solskjaer kalah cukup menyakitkan lewat adu penalti yang ketat dengan skor 11-10.
Sepanjang 120 menit laga, kedua tim bermain sama kuat 1-1. Villarreal terlebih dulu unggul lewat gol dari Gerard Moreno pada menit ke-29, sebelum disamakan oleh Edinson Cavani di babak yang kedua.
Strategi pergantian pemain yang diambil oleh Solskjaer dianggap menjadi salah satu biang kekalahan yang diderita oleh United. Ketika butuh gol, Solskjaer justru memasukan Fred untuk menggantikan Mason Greenwood, yang merupakan seorang pemain depan.
“Kami merasakan para pemain di luar sana. Mason (Greenwood), Marcus (Rashford), Bruno (Fernandes), Edi, para penentu pertandingan dan dapat menciptakan apa saja,”ujar Solskjaer dilansir Goal.

Baca Juga: 

“Scott (McTominay), yang saya pikir adalah pemain terbaik di lapangan, dan Paul (Pogba). Jadi sulit untuk melakukan perubahan itu, terutama ketika Fred cedera selama seminggu. Kami tidak bisa menciptakan peluang yang cukup untuk memenangkan pertandingan.
“Kami tidak menciptakan peluang yang cukup dalam 120 menit untuk mencetak lebih banyak gol. Itu sedikit mengecewakan. Kamu memiliki pemain berkualitas tinggi di sana. Kami mulai dengan banyak pencetak gol, pemenang pertandingan, dan berharap itu akan membuat tim di atas angin.”
Solskjaer sendiri mengaku bahwa kekalahan di partai besar seperti ini akan sangat membekas bagi seluruh elemen klub. Kini tinggal bagaimana menyikapi hasil tersebut dan menunjukan respon yang tepat untuk segera bangkit di masa depan.
“Kekecewaan itu adalah perasaan terburuk, ini adalah saat-saat yang paling kamu ingat dalam karirmu, sebagai pemain dan sebagai manajer,”ungkapnya.
“Kamu bisa pergi berlibur dan tidak melakukan apa-apa, atau pulang dan melakukan sesuatu dan kembali dengan lebih baik, lapar, dan kuat. Menjadi lebih baik sejak menit pertama.”

Selalu update berita terbaru seputar Liga Inggris hanya di Kabarsport.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *