Berita

Padam di Spurs dan Man United, Gairah Mourinho Menyala di Roma

Kabarsport – Serie A – Jose Mourinho menjelaskan mengapa dia menerima misi mustahil lain di AS Roma, setelah mereka menyalakan kembali gairah yang telah hilang di Manchester United dan Tottenham. Ia lalu mengaku jika tak selalu bisa benar memilih proyek dari klub yang dilatihnya selama ini.Tak butuh waktu yang lama bagi seorang Jose Mourinho untuk kembali ke lapangan hijau usai ditendang dari Tottenham beberapa waktu lalu. Mourinho dipastikan bakal menjadi allenatore baru AS Roma menggantikan Paulo Fonseca mulai musim depan.Ketimbang beberapa tahun lalu, Mourinho kini memang sudah cukup jarang untuk bisa mengantarkan tim asuhannya menjadi juara di berbagai ajang. Kali terakhir Mourinho memberikan gelar adalah saat bersama Manchester United di musim 2016/17 silam.Kedatangannya ke Roma ini hampir mirip ketika Mourinho menerima tawaran melatih dari Tottenham. Ia bergabung dengan tim yang tak memiliki kekuatan finansial seperti Chelsea atau Madrid dan sudah lama tak bisa meraih gelar di berbagai ajang.Mou mengatakan bahwa Ia tak selalu bisa mengambil keputusan tepat ketika mendapat tawaran melatih dari banyak tim. Mourinho mengaku gairahnya kini kembali menyala, setelah sempat padam saat berada di Spurs maupun Man United.“Saya terkadang membuat kesalahan. Tidak selalu memilih proyek yang tepat, atau mungkin telah disesatkan tentang jalur beberapa proyek. Saya telah dituntun dengan cara yang tidak jujur ​​untuk menerima apa yang seharusnya tidak aku miliki, tetapi pada akhirnya semuanya sama saja,”ujar Mourinho dilansir Football Italia.

Baca Juga:

“Akhir-akhir ini saya memiliki proyek yang sangat berbeda dari sebelumnya. Saya pergi ke Manchester United dalam sebuah frase transisi, bukan untuk mengatakan pembusukan. Saya pergi ke Tottenham yang tidak memiliki sejarah kesuksesan. “Sekarang saya pergi ke Roma dengan pemilik baru. Tapi saya langsung merasakan empati ini dengan pemilik dan direktur. Mereka langsung menyalakan kembali api dan semangat yang saya miliki sebagai pelatih.”Pelatih berusia 58 tahun itu pun sadar jika selama ini publik sepakbola selalu menjadikan trofi juara sebagai tolak ukur kesuksesan yang Ia miliki. Namun, hal tersebut tidak mengurungkan niat Mou untuk mengambil misi sulit yang diemban besar Il Lupi nanti.“Jadi disini saya melanjutkan misi mustahil yang lain. Saya katakan tidak mungkin karena orang cenderung melihatku dan di mata mereka hanya ada satu cara untuk mengukur kesuksesan, yaitu harus menang,”pungkasnya.“Saya selalu mengatakan bahwa jika saya datang ke Portugal untuk melatih Belenenses atau Gil Vicente, jika saya tidak menang, maka saya tidak akan menyebutnya sukses.”Selalu update berita bola terbaru seputar Serie A Italia hanya di Kabarsport.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *