Berita

Karena Inggris Kelelahan Fisik dan Mental di Piala Eropa

Kabarsport – Euro 2020 – Performa timnas Inggris di ajang Piala Eropa 2020 belum bisa dibilang meyakinkan untuk layak difavoritkan jadi juara. Menurut pelatih legendaris Italia, Fabio Capello hal itu ditengarai karena The Three Lions mengalami kekalahan fisik dan mental.Untuk diketahui, penampilan Inggris di dua laga yang sudah dimainkan di fase grup D Euro 2020 bisa dibilang belum menunjukkan bahwa mereka adalah favorit juara di turnamen ini. Melawan Kroasia, Inggris cuma bisa menang tipis 1-0, berikutnya pasukan Gareth Southgate lantas ditahan imbang 0-0 oleh Skotlandia di partai kedua.Kondisi tersebut membuat persaingan di Grup D masih terbuka untuk semua tim. Saat ini, Inggris berada di posisi kedua dibawah Republik Ceko dengan koleksi 4 poin. Kroasia dan Skotlandia sendiri juga masih punya kemungkinan lolos meski baru punya satu poin sejauh ini.Fabio Capello yang pernah menangani The Three Lions periode 2017 hingga 2012 menilai Phil Foden Cs belum tampil meyakinkan di Euro karena faktor kelelahan fisik dan mental.Meski datang dengan skuad yang bagus, kombinasi pemain muda dan berpengalaman seperti Harry Kane, Jordan Henderson, Raheem Sterling, Jadon Sancho, Phil Foden, Harry Maguire, hingga Luke Shaw. Tapi masalah klasik soal fisik mereka yang sudah terkuras di kompetisi domestik dan eropa jadi ganjalannya.

Baca Juga:

Ya, tim-tim besar Inggris kerap menjalani empat kompetisi dalam satu musim, bahkan Inggris punya tiga kompetisi untuk di kancah domestik saja, yakni Liga Inggris, Piala FA, dan Piala Liga Inggris, plus Liga Champions dan Liga Europa untuk tim-tim papan atas.Situasi ini diperparah dengan kondisi pandemi, yang membuat musim 2019/2020 molor sehingga jeda menuju musim 2020/2021 begitu pendek. Itu belum berbicara soal tekanan besar dari para fan, mengingat Inggris belum pernah juara turnamen besar sejak memenangi Piala Dunia 1966.“Inggris mengecewakan, jujur saja. Mereka memainkan 20 menit yang fantastis dan kehilangan arah. Saya sudah selalu bilang, kalau Inggris main di bulan September, Oktober, atau November, mereka bisa bertarung dengan siapapun,” ucap Capello dikutip dari Football Italia.“Mereka sudah mulai kesulitan di bulan April, lalu pada bulan Juni, mereka dalam masalah. Setelah dua musim di mana kita praktis bermain berturut-turut tanpa jeda karena pandemi, tim ini tidak dalam kondisi bugar.” jelas Capello lagi.“Lebih dari itu, mereka merasakan tekanan dan tanggung jawab karena bertahun-tahun tak memenangi trofi penting. Ketika mereka mencapai turnamen ini, mereka merasakan ada ‘monyet’ ini di punggung mereka,” imbuh Capello.Selalu update berita bola terbaru seputar Euro 2020 hanya di Kabarsport.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *